A+ R A-

Lestarikan Seni dengan Bingkai Antik

E-mail Print PDF

Frame atau dalam bahasa keseharian kita lumrah disebut bingkai, sudah tak asing dalam pendengaran kita. Terbayang sebuah bentuk kotak persegi, opal atau bulat dari media yang kerap dijadikan sebagai pemanis lukisan ataupun foto. Bahannyapun bisa bervariasi apakah itu dari plastik, kayu bahkan besi atau logam. Namun yang unik sekaligus cukup menarik yang akan diangkat dalam topik celah kehidupan kali ini adalah keberadaan usaha bingkai kaca cermin dari bahan kayu yang dibuat oleh salah seorang warga sukawati yakni I Wayan Nuada.

Kita akan menyimak bagaimana geliat salah seorang warga banjar Gelulung sukawati ini menuangkan ide-ide kreatifnya sebagai seorang seniman yang mengkhususkan diri membentuk satu per satu glondongan kayu albesia menjadi sebuah karya seni berupa bingkai cermin yang antik namun cantik hingga mengantarkan produk usahanya ini hingga merambah pasar mancanegara.

Sosok I Wayan Nuada atau yang akrab dipanggil Bli Wayan kesehariannya dikenal sebagai pembuat Kerajinan frame atau bingkai cermin antik yang terbuat dari bahan kayu. sesuatu yang sangat mendominasi dalam visual sebuah bingkai kayu yang dibuatnya adalah permainan warna-warna solid yang terlahir dari goresan tangan seni dan kreatif seorang Wayan Nuada. Selain itu kualitas bahan baku kayu dari jenis kayu albesia ini jelas tidak kalah dengan bahan yang umum dipergunakan oleh para seniman kerajinan yang lain seperti kayu kamper ataupun kepelan. Yang membuat beda produk yang dihasilkan Wayan Nuada ini adalah cara pengerjaannya yang cenderung hati-hati dengan tingkat ketelitian tinggi . selain itu pemakaian bahan cat sebagai media lukis atau corak ornamen jelas semakin membuat beda Bingkai yang dihasilkan dari tangan terampil Bli Wayan selain senantiasa menggurat ide-ide kreatif di atas kayu yang sudah terbentuk polanya.

Tak pernah berhenti berkreasi, dalam mengisi segenap ruang kesehariannya, Wayan Nuada kerap belajar terus mencari inovasi-ataupun ide-ide kreatif yang bisa ia tuangkan dalam bentuk karyanya ini. Semangat berkreasi tersebut, melahirkan karya yang memiliki nilai fungsi dan kandungan estetika yang cukup tinggi. Betapa tidak bila diliat secara kasat mata tak seorangpun bisa membedakan apakah karya ini merupakan bahan kayu atau logam dari jenis besi atau kuningan. Terkecuali sebelumnya telah diberi tahu sehingga beberapa perbedaannya bisa kita ketahui. Yang jelas karya tangan terampilnya lewat permainan tangan-tangannya yang lincah melukis dan mengguratkan cat dalam berbagai warna di atas permukaan kayu yang telah terpola sedemikian rupa sesuai bentuk yang telah dibuat, untuk saat ini memang cukup banyak yang sudah mengetahui dan bermaksud memesannya. Selain yang berkesan antik Bli Wayan juga membuat bingkai dengan kesan natural sebab bagaimanapun juga selera konsumen bermacam-macam.

Ditengah kian bertumbuhnya aneka bentuk karya khususnya dalam usaha pembuatan bingkai cermin yang berbahan dari kayu, nampaknya beberapa karya yang dibuat Wayan Nuada memang dibuat selalu beda. selain jelas dalam hal kualitas bahan kayu juga bentuk pola ukiran hingga polesan warna cat.

Seiring kebutuhan yang semakin komplek termasuk semakin sulit atau langkanya menemukan kayu di pasaran dengan harga terjangkau mendorong Wayan Nuada untuk berpikir kreatif agar bagaimana caranya untuk tetap biasa eksis dalam usaha kecilnya ini untuk ke depannya tetap bertahan demi kelangsungan hidup diri dan keluarganya. Untuk itu Bli wayan sering bertukar pikiran dengan warga dimana ia biasanya mencari bahan baku sebagai contoh dengan warga di desa bresela tegalalang ini

Membuat sebuah bingkai yang sudah ditentukan pola maupun bentuk ukirannya tidaklah sama satu sama lainnya. Selain memang untuk saat ini dirinya memanfaatkan kecanggihan teknologi mekanisasi dalam hal pengerjaan bahan tak lupa juga disempurnakan dengan sentuhan-sentuhan secara manual yakni dalam hal finishing bekas potongan mesin bubut. Ini menurut Bli Wayan sangatlah penting hal ini akan berdampak pada hasil akhir dari sebuah karya bingkai, selain memang proses pengecatan atau penyemiran untuk memperoleh kesan naturalnya.

Sebagai salah satu seniman pembuat bingkai cermin dari bahan kayu, Wayan Nuada sudah mengantisipasi segala sesuatunya terkait adanya maksud untuk meniru hasil karyanya ini. Tak tanggung-tanggung dirinya sempat berupaya untuk mempatenkan karyanya ini. Namun sekali lagi hasratnya tersebut terganjal oleh karena ketidak adanya biaya. Maklum untuk membeli bahan baku saja hingga saat ini dirinya masih kesulitan. Sebaliknya juga bagi para pemesan yang cenderung memesan dalam jumlah cukup banyak namun dalam hal pembayaran hanya baru uang muka atau dp, sehingga terkdang hal ini menyulitkan dirinya membeli bahan-bahan untuk membuat karya yang sarat dengan nilai seni ini.menunggak uang pembayaran barang hingga beberapa bulan sehingga banyak biaya yang masih dibawah alias belum terbayarkan. Hal ini turut memperparah beban yang dideritanya ini. Namun apa mau dikata, sekali lagi dirinya berprinsip rejeki tak akan kemana. Bli Wayan Meyakini betul bahwa di dunia ini setiap manusia sudah membawa karma maupun jodohnya sendiri-sendiri termasuk perolehan rejeki masing-masing. Untuk itu dirinya mengaku tidak pernah merasa khawatir akan dirugikan oleh orang lain.

Untuk saat ini dirinya mengaku mempekerjakan sekitar delapan orang tenaga pekerja yang ia ajak dari lingkungan keluarga atau familinya. Memang hal ini turut memberikan sumbangan pemikiran sekaligus dorongan untuk tetap jengah dan tekun dalam mengembangkan usahanya ke depannya.

Saat ini beberapa karya Wayan Nuada telah di pajang di rumah-rumah warga bahkan di beberapa salon-salon kecantikan utamanya di sekitar tempat tinggalnya. Hal ini didsarkan pada fungsi cermin itu sendiri yang utamanya untuk bercermin alias melihat apakan diri kita sudah cantik atau cakep apa belum? Karena tujuan kita ke salon memang untuk mempermak atau mempercantik diri. Namun begitu seiring waktu pesanan sudah mengalir dari mulut ke mulut hingga sampai mengantarkan usahnya merambah pasar mancanegara. Untuk produknya ini wayan Nuada memberikan alternatif mau yang memakai kaca langsung atau tanpa dipasang kaca alias kosongan. Hal ini didasarkan pada resiko dalam proses pengiriman baik lewat laut maupun udara yang sangat rentan dengan guncangan sehingga bisa mengakibatkan kaca cermin yang dipasang pecah. Tentunya bingkai yang dijual tanpa kaca cermin  lebih murah harganya. Selebihnya adalah dalam hal motif atau corak mau yang natural atau antik, Hal ini tergantung dari selera pemesan.

Walau telah berpuluh tahun menekuni usaha pembuatan Bingkai kaca cermin ini berawal dari yang paling sederhana hingga sampai yang cukup rumit bagi beberapa pekerjanya minimal cukup mendatangkan berkah untuk menghidupi keluarga mereka. Bagi mereka usaha pembuatan bingkai kaca cermin ini telah membuka kesempatan kerja  serta kesempatan mengecap rejeki bagi sanak familinya dari kampung.

Secara umum proses pengerjaan berbagai bentuk ataupun jenis bingkai cermin kaca antik telah mengalami penyempurnaan demi penyempurnaan, dan itu pulalah yang mengilhami, Wayan Nuada untuk semakin melengkapi koleksi tokonya dengan berbagai ragam bentuk dan corak bingka kaca cermin.

Untuk memuaskan keinginan konsumen, tidak jarang produk dari kayu albesia ini disesuaikan dengan perkembangan bentuk dan corak kreasi ukiran yang lagi ngetrend belakangan ini. Selain hal ini akan semakin membuat gandrung konsumen bahkan yang sudah menjadi pelanggannya, Mungkin cara ini pula yang menyebabkan mereka tidak akan berpaling ke lain produk yang jelas-jelas belum tentu kualitas bahan ataupun coraknya sesuai dengan keinginan kita.

Bak seorang pejuang di medan laga, bagi kita hanyalah sebuah usaha atau swadarma sebagai seorang pekerja yang mampu kita sumbangkan, walau hanya sebagian kecil. Dalam konteks pengabdian dengan prinsip ngayah, tentunya kita akan berpikir bahwasannya segala sesuatunya akan berpulang kepada Beliau Hyang Maha Pencipta dan Sumber Dari segala yang beraktifitas di dunia ini. Bukan hanya sekadar usaha pembuatan Bingkai antik apakah itu untuk sebuah lukisan atau cermin, namun berbagai usaha lain juga akan mampu kita kerjakan, sepanjang ada rasa jengah dan tekad dalam diri kita tanpa melupakan filsafat cermin itu sendiri yakni..dimana ke depannya setiap gerak langkah dan usahanya kita hendaknya selalu bercermin apaka yang telah, sedang maupun yang akan kita kerjakan demi kesejahteraan umat termasuk diri dan keluarga kita……

kananbawah256profil

Video Profil Bali TV

 

Video Company Profile 10 Tahun Bali TV. Klik gambar diatas untuk menyaksikan videonya.

SOCIAL MEDIA

Info Lalu Lintas

ditlantasbali: 10.45wita Berhentilah saat anda menerima telepon atau sms agar terhindar dari hal2 yang tak diinginkan, patuhi rambu lalin dan jaga jrk aman
ditlantasbali: 11 20 wita musim kelulusan anak sekolah tingkat SLTA , Meluapkan rasa kegembiraan jngn sampai menganggu lalu lintas
ditlantasbali: 10.41 wita Gunakanlah selalu helm dan juga sabuk keselamatan demi keamanan dan kenyamanan anda berkendara dan patuhi rambu 2 lalin.

WIRASA

AGROBIS

SAMATRA ARTIS BALI

TAKSU

baliph