A+ R A-

I Wayan Ongkos “Senja Kelam Di Buruan”

E-mail Print PDF

Usia senja tampaknya akan sulit dinikmati dengan tenang oleh I Wayan Ongkos. Lelaki berusia kurang lebih tujuh puluh tahun asal Banjar Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini, didera sakit sejak enam bulan yang lalu. Pembesaran kelejar prostat adalah satu masalah yang pertama menyerang raganya yang telah ringkih.
Namun sayangnya, derita sepertinya enggan berpaling dari kehidupannya. Setelah menjalani operasi prostat, suami dari Ni Made Wanti ini, kembali harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sanjiwani, Gianyar, akibat tumor usus yang dideritanya. Untuk biaya pengobatan, lelaki yang bekerja sebagai tukang bangunan ini menggunakan jaminan asuransi untuk masyarakat miskin. Dana yang diperoleh dari jamkesmas, memang dirasakan membantu untuk meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit.
Tetapi bagi I Wayan Ongkos dan sang istri, hidup terasa berat untuk dijalani. Dengan kondisi raga yang melemah akibat sakit yang menderanya, tentu lelaki ini tak bisa lagi bekerja optimal. Sang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan, juga tak memiliki penghasilan yang memadai. Biaya hidup terasa tak ringan bagi pasangan suami istri, yang selama sepuluh tahun ini, tinggal menumpang di rumah sanak saudaranya.
*** I Wayan Ongkos ***
d/a. Br. Buruan, Desa Buruan
Kecamatan Blahbatuh
Kabupaten Gianyar
wayan ongkosUsia senja tampaknya akan sulit dinikmati dengan tenang oleh I Wayan Ongkos. Lelaki berusia kurang lebih tujuh puluh tahun asal Banjar Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini, didera sakit sejak enam bulan yang lalu. Pembesaran kelejar prostat adalah satu masalah yang pertama menyerang raganya yang telah ringkih. 

Namun sayangnya, derita sepertinya enggan berpaling dari kehidupannya. Setelah menjalani operasi prostat, suami dari Ni Made Wanti ini, kembali harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sanjiwani, Gianyar, akibat tumor usus yang dideritanya. Untuk biaya pengobatan, lelaki yang bekerja sebagai tukang bangunan ini menggunakan jaminan asuransi untuk masyarakat miskin. Dana yang diperoleh dari jamkesmas, memang dirasakan membantu untuk meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit. 

Tetapi bagi I Wayan Ongkos dan sang istri, hidup terasa berat untuk dijalani. Dengan kondisi raga yang melemah akibat sakit yang menderanya, tentu lelaki ini tak bisa lagi bekerja optimal. Sang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan, juga tak memiliki penghasilan yang memadai. Biaya hidup terasa tak ringan bagi pasangan suami istri, yang selama sepuluh tahun ini, tinggal menumpang di rumah sanak saudaranya.
 

istri wayan ongkos
*** I Wayan Ongkos ***
       d/a. Br. Buruan, Desa Buruan
       Kecamatan Blahbatuh
       Kabupaten Gianyar

wayan ongkos 

kananbawah256profil

Video Profil Bali TV

 

Video Company Profile 10 Tahun Bali TV. Klik gambar diatas untuk menyaksikan videonya.

SOCIAL MEDIA

Info Lalu Lintas

ditlantasbali: 14.50 wita pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak aman dgn kendaraan didepannya.
ditlantasbali: 14.45 wita Desiplin atau sopan santun berlalu lintas mencerminkan kepribadian bangsa.
ditlantasbali: 14.35 wita Jadilah pelopor keselamatan berlalulintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan .

WIRASA

AGROBIS

SAMATRA ARTIS BALI

TAKSU

baliph