sempat terlewatkan dari benak kita bilamana tidak melintas di jalur luwus menuju baturiti hingga bedugul tentang keberadaan beberapa rompok atau warung pedagang buah yang biasa mangkal semi permanen di pinggir jalan raya. Pandangan mata tertuju pada sebuah warung pedagang buah segar beraneka jenis yang pertama kita temui bila kita meluncur dari arah Denpasar menuju bedugul, ya ia adalah ni nyoman….atau yang akrab disapa Bu Ani.
Bu Ani yang kesehariannya berjualan beraneka macam buah segar seolah-olah tak pernah menampakkan raut lelah dan putus asa. Perempuan paruh baya yang mengaku pernah menekuni pekerjaan sebagai penari ogged bungbung serta sempat bekerja di sebuah hotel, seolah-olah pasrah kemana tangan dan kaki ini membawa sesuai takdir hidup yang harus ia terima.
Berdagang buah awal mulanya ia tekuni berdasarkan ajaran sang ibu yang waktu itu memang menginginkan puteri kesayangannya ini untuk mengikuti jejak sang ibu. Seperti pepeatah mengatakan buah apel memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah sekiranya bakat maupun kegemaran Bu Ani kecil hingga sampai berumah tangga getol berdagang buah.
Bagi bu Ani meraup untung dari berjualan buah memang perlu, namun hal itu bukan mutlak harus dilakukan bilamana dirinya harus terpaksa menjual dengan harga mahal dan dengan variasi jenis buah yang kurang lengkap apalagi dari segi kualitas kurang bagus. baginya kepuasan pembeli lebih utama. dengan harga relatif bisa dijangkau oleh kalangan kaum menengah ke bawah ditambah beraneka ragamnya buah lokal bu ani optimis dirinya pasti mampu mendapatkan laba dari usaha yang dilihat dari permodalan sangatlah minim.
Bu Ani bersama sang suami yang seorang pegawai koperasi di desanya kesehariannya memang disibukkan dengan aktifitas masing-masing. Sebagian besar pekerjaan sebagai pedagang buah memang dilakoni oleh sang istri. namun sesekali sang suami ikut membawakan barang dagangan mengantar dari rumah menuju warung pinggir jalan.
Di kebun milik orang tua mereka inilah waktu lebih banyak dihabiskan oleh sang suami untuk menuangkan ide kreatif dan keghemaran bercocok tanam. Beberapa tanaman buah seperti durian, salah maupun yang lainnya sudah menampakkan hasil. Inilah bukti jerih payah yang selama ini mereka tanam dan akhirnya berbuah nikmat yang merka peroleh.
Menjual beraneka macam buah menjadi keunikan tersendiri yang tak hanya dirasakan oleh sang penjualnya namun juga oleh warga pelancong yang singgah untuk mencicipi berbagai macam buah segar dari buah lokal hingga makanan lainnya. Ada setangkup perasan bahagia yang dirasakan oleh ibu paruh baya yang dikaruniai dua orang anak laki perempuan ini. Pulang ke rumah manakala matahari sudah terbenam dengan membawa sejumput rejeki, untuk memutar kelangsungan roda kehidupan. Rasa syukurpun terucap.. karena hari ini... Ia telah diberi seberkah rejeki.
| < Prev | Next > |
|---|




27°C
27°C
22°C
16°C
10°C 