|
Tiada hal yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu , selain melihat buah hati yang telah dilahirkannya tumbuh dan berkembang dengan sehat Sebuah kebahagiaan yang menjadi dambaan setiap ibu , di muka bumi ini. Kebahagiaan yang juga ingin dikecap oleh Ketut Arining , seorang ibu yang berasal dari belahan utara pulau Bali . Ibu yang berasal dari Desa Panji , Kecamatan Sukasada, Buleleng ini , begitu mendambakan buah hati keduanya , tumbuh dan berkembang sehat , seperti bocah lain yang seusia dengannya . Keinginan yang seolah amat jauh dari jangkauannya. Sangat sulit baginya , mewujudkan hal yang didambakannya itu , menjadi nyata .
Putra keduanya yang diberi nama Kadek Nova Ariawan ini , terlahir sehat dan normal, delapan tahun yang lalu. Ketut Arining menjalani persalinan normal kala itu , dibantu oleh seorang bidan . Dalam benaknya ketika itu , tak pernah dibayangkan olehnya , jika sang anak akan mengalami gangguan kesehatan , yang membuatnya mengalami kelainan dalam pertumbuhan dan perkembangannya . Setelah beberapa kali dirawat inap di rumah sakit karena sakit kejang yang dideritanya , barulah diketahui jika sang anak mengidap penyakit epilepsy . Diagnosa ini diberikan oleh seorang dokter yang menanganinya, saat kembali dirawat inap , karena penyakitnya kembali kambuh. Setiap kali kejang menyerang bocah lelaki ini, ia mesti dirawat inap di rumah sakit . Karena Kadek , begitu bocah ini biasa dipanggil , tidak akan siuman ,belum mendapatkan penanganan secara baik.
Kadek yang mengalami gangguan kesehatan , akibat penyakit epilepsy , akhirnya juga mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya . Ia tidak bertumbuh dan berkembang, dengan normal. Seperti misalnya , bocah ini mengalami keterlambatan dalam beralan . Jika misalnya bocah berusia lima tahun sudah bisa melangkahkan kakinya , Kadek belum bisa melakukannya pada usia itu. Namun , setelah menjalani terapi selama beberapa saat Kadek akhirnya bisa melangkahkan kakinya pada usia lima tahun lebih .
Disamping mengalami keterlambatan dalam berjalan, akibat penyakit epilepsi yang dideritanya ini , Kadek mengalami hambatan dalam berkomunikasi . Pada umurnya yang kini menginjak angka delapan , Kadek masih belum bisa berkomunikasi dengan baik . Ia hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata . Penyakit epilepsy yang diderita Kadek , juga memberikan andil pada keterbelakangan mental yang disandangnya kini . la tidak mengerti segala perintah, ataupun larangan yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Membesarkan anak yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak normal , dalam keterbatasan dana , merupakan satu beban bagi keluarga Ketut Arining dan Putu Mandra .Meski beban mereka saat ini sudah berkurang berkat Surat keterangan miskin yang digunakan untuk berobat , namun mereka tetap merasakan beban yang berat untuk biaya kehidupan sehari-hari mereka .
Sebagai suatu bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi Kadek Nova Ariawan , pada hari Rabu , enam belas Januari dua ribu delapan , tim Wirasa Bali Tv memberikan bantuan dana sebesar satu juta rupiah . Dana tersebut berasal dari bantuan pemirsa Bali TV .
BANTUAN ANDA DAPAT DISALURKAN MELALUI REKENING : PT. BALI RANADHA TELEVISI a,c. 037.02.02.00066-3 a,n Dompet Wirasa Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Kamboja Denpasar
|