Acara Hari Ini

Jumat,24-04-2009
05:52 Mars Indonesia Raya            
05:54 Mars Bali Jagadhita            
05:56 Lagu Ngastitiang Bali            
06:00 Puja Trisandya            
06:05 Dharma Wacana            
06:35 Seputar Bali Pagi            
07:05 Bali Channel            
07:35 Lintas Mancanegara            
08:05 Lejel Home Shopping            
09:00 Dharma Wacana Interaktif            
10:00 Lila Cita
10:30 Taksu
11:00 Voa Fearless Music
11:30 Lejel Home Shopping        
12:00 Puja Trisandya            
12:05 Dharma Wacana            
12:30 Berita Siang
13:00 Lejel Home Shopping                
13:30 Agrobis
14:00 Klip Bali    
14:30 Tembang Bali            
15:30 Nangun Yadnya            
16:00 Dialog Interaktif
17:00 Sekilas Berita        
17:05 Yowana            
17:30 Dharma Wacana                
18:00 Puja Trisandya
18:05 Sekilas Berita        
18:10 Klip Bali            
18:30 Seputar Bali            
19:30 Orti Bali            
20:00 Ruang Perupa            
20:30 Dokumenter Nusantara    
21:00 Lintas Manca Negara
21:30 Sekilas Berita        
21:35 Voa Tech Head
22:00 Sekilas Berita            
22:05 Dialog Interaktif        
23:00 Suluh Indonesia            
23:30 SMS Chatting
 

INFO

Satelit PALAPA C2:
transponder : 6h
Center frek : rf 3,9260 mhz
L. band 1224 mhz
Symbol Rate : 4,208 msps
FEC : 3/4

HAND PHONE 3G
3G TELKOMSEL
Kode Akses : 8817

TELKOM VISION :
- Bali
- Surabaya
- Bandung
- Yogyakarta
- Makassar
- Jakarta


KABEL VISION

GALLERY

powered_by.png, 1 kB

Home arrow Celah Kehidupan arrow Kais Rejeki Berdagang Buah di Pinggir Jalan
Kais Rejeki Berdagang Buah di Pinggir Jalan PDF Print E-mail
Ditulis oleh I.B. Oka Winaya   
Thursday, 25 September 2008
Di tengah hiruk pikuknya perkembangan pembangunan yang disertai oleh beragamnya pilihan masyarakat dalam hal pemenuhan selera akan makanan yang satu ini. . seperti contoh makanan berupa buah segar yang banyak kita jumpai baik di pasar-pasar tradisional ataupun di swalayan. Semuanya menawarkan variasi dan kelebihan masing-masing. Tak lupa pula dengan mengusung label buah pendatang atau impor, hal itu bisa jadi sebagai daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
sempat terlewatkan dari benak kita bilamana tidak melintas di jalur luwus menuju baturiti hingga bedugul tentang keberadaan beberapa rompok atau warung pedagang buah yang biasa mangkal semi permanen di pinggir jalan raya. Pandangan mata tertuju pada sebuah warung pedagang buah segar beraneka jenis yang pertama kita temui bila kita meluncur dari arah Denpasar menuju bedugul, ya ia adalah ni nyoman….atau yang akrab disapa Bu Ani.

Bu Ani yang kesehariannya berjualan beraneka macam buah segar seolah-olah tak pernah menampakkan raut lelah dan putus asa. Perempuan paruh baya yang mengaku pernah menekuni pekerjaan sebagai penari  ogged bungbung serta sempat bekerja di sebuah hotel, seolah-olah pasrah kemana tangan dan kaki ini membawa sesuai takdir hidup yang harus ia terima.

Berdagang buah awal mulanya ia tekuni berdasarkan ajaran sang ibu yang waktu itu memang menginginkan puteri kesayangannya ini untuk mengikuti jejak sang ibu. Seperti pepeatah mengatakan buah apel memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah sekiranya bakat maupun kegemaran Bu Ani kecil hingga sampai berumah tangga getol berdagang buah.

Bagi bu Ani meraup untung dari berjualan buah memang perlu, namun hal itu bukan mutlak harus dilakukan bilamana dirinya harus terpaksa menjual dengan harga mahal dan dengan variasi jenis buah yang kurang lengkap apalagi dari segi kualitas kurang bagus. baginya kepuasan pembeli lebih utama. dengan harga relatif bisa dijangkau oleh kalangan kaum menengah ke bawah ditambah beraneka ragamnya buah lokal bu ani optimis dirinya pasti mampu mendapatkan laba dari usaha yang dilihat dari permodalan sangatlah minim.

Bu Ani bersama sang suami yang seorang pegawai koperasi di desanya kesehariannya memang disibukkan dengan aktifitas masing-masing. Sebagian besar pekerjaan sebagai pedagang buah memang dilakoni oleh sang istri. namun sesekali sang suami ikut membawakan barang dagangan mengantar dari rumah menuju warung pinggir jalan.

Di kebun milik orang tua mereka inilah waktu lebih banyak dihabiskan oleh sang suami untuk menuangkan ide kreatif dan keghemaran bercocok tanam. Beberapa tanaman buah seperti durian, salah maupun yang lainnya sudah menampakkan hasil. Inilah bukti jerih payah yang selama ini mereka tanam dan akhirnya berbuah nikmat yang merka peroleh.

Menjual beraneka macam buah menjadi keunikan tersendiri yang tak hanya dirasakan oleh sang penjualnya namun juga oleh warga pelancong yang singgah untuk mencicipi berbagai macam buah segar dari buah lokal hingga makanan lainnya. Ada setangkup perasan bahagia yang dirasakan oleh ibu paruh baya yang dikaruniai dua orang anak laki perempuan ini. Pulang ke rumah manakala matahari sudah terbenam dengan membawa sejumput rejeki, untuk memutar kelangsungan roda kehidupan. Rasa syukurpun terucap.. karena hari ini... Ia telah diberi seberkah rejeki.

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
SEPUTAR BALI VIDEO
UMKM BALI PERLU MILIKI PANGSA PASAR YANG JELAS

Friday, 03 April 2009 | Redaksi

KENDALA YANG DIHADAPI PERAJIN DALAM MENGEMBANGKAN USAHANYA  DI BALI, ADALAH  PROSES...
Selengkapnya ...

DEMI HINDU, RAKYAT GIANYAR BERSATU TOLAK UU PORNOGRAFI

Friday, 03 April 2009 | Redaksi

DAMPAK BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG PORNOGRAFI, ADALAH TERANCAMNYA KERUKUNAN BERAGAMA, DAN DIYAKINI...
Selengkapnya ...

berita lainnya
LINTAS MANCANEGARA VIDEO
PELUNCURAN PROGRAM BARU UNTUK CEGAH PENYELUNDUPAN

Friday, 03 April 2009 | Redaksi

PEMERINTAH MEKSIKO MELUNCURKAN PROGRAM BARU , UNTUK MENGAWASI KENDARAAN YANG MASUK MELALUI TEMPAT...
Selengkapnya ...

MABUK,PENGEMUDI KENDARAAN RAKITAN DITAHAN

Friday, 03 April 2009 | Redaksi

PEMIRSA , KEJADIAN MENARIK DILAPORKAN TERJADI DI NEGARA BAGIAN OHIO AMERIKA SERIKAT . SEORANG PRIA...
Selengkapnya ...

berita lainnya
© 2010 Bali TV - Matahari dari Bali
eXTReMe Tracker